AKSI NYATA 3.3. PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

 

3.3.a.10. AKSI NYATA

Pengembangan Literasi Digital Murid dengan Optimalisasi  Chanel Youtube Sekolah

Oleh Weda Arumwinarni

 

Facts (Peristiwa)

1.   Latar Belakang

 

Menumbuhkan jiwa kepemimpinan siswa sangat penting karena pada dasarnya setiap siswa memiliki potensi untuk menjadi seorang pemimpin di masa depan. Untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan siswa dapat dibangun melalui berbagai macam kegiatan. Mengembangkan pola pikir, menumbuhkan karakter baik, serta meningkatkan minat baca siswa adalah latar belakang saya membuat program ini yaitu Program Pengembangan Literasi Digital Murid dengan Optimalisasi  Chanel Youtube Sekolah. Melihat potensi daerah di sekitar sekolah sebetulnya masih banyak yang dapat dikembangkan dan juga dapat dijadikan suatu upaya untuk meningkatkan minat baca siswa agar menjadi siswa yang literat. Adapun potensi sekolah yang sangat mendukung program ini antara lain ketersediaan media sosial sekolah yang memadai (YouTube Instagram Facebook dan lain-lain), guru maupun siswa yang kreatif, dan ketersediaan gawai di rumah.

Setelah dilakukan kegitan Literasi Pagi Lima Balas Menit (Ligimame) di kelas secara rutin, menunjukkan bahwa murid sudah menyukai kegiatan Literasi Pagi Lima Belas Menit (Limame). Oleh karena itu, program Literasi Pagi Lima Belas Menit (Limame) perlu ditingkatkan dengan kegiatan literasi digital di rumah agar siswa lebih kritis, mandiri kreatif, berani berinovasi, dan percaya diri.

2.   Hal yang dilakukan dan Alasan Melakukan  Aksi Nyata “Program Pengembangan Literasi Digital Murid dengan Optimalisasi  Chanel Youtube Sekolah”

 

Program Pengembangan Literasi Digital Murid dengan Optimalisasi  Chanel Youtube Sekolah bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan murid. Selain itu untuk membangun pembiasaan sikap positif dalam diri siswa, seperti kritis, mandiri, kreatif, berani berinovasi, dan percaya diri melalui kegitan literasi digital. Program ini diberikan untuk siswa kelas 1-5 . Program ini dirancang sebagai program kokurikuler yang dilaksanakan pada hari Jumat. Program ini melibatkan murid, guru lain, dan orang tua.

Adapun gambaran kegiatan yang dilakukan yaitu pada minggu pertama adalah penyusunan program kegiatan literasi digital melalui optimalisasi youtube sekolah dan berkoordinasi dengan Waka kurikulum,  Kepala Sekolah, serta rekan guru.  Dilanjutkan kegitan sosialisasi kegiatan kepada warga sekolah pada minggu kedua. Untuk pelaksanaan kegiatan Literasi Digital melalui Chenel Youtube Sekolah dilaksanakan pada minggu ketiga. Kegitan yang dilakukan pada minggu ketiga ini yaitu pada hari Rabu – Kamis dilakukan pembuatan video/rekaman sebagai bahan literasi yang akan diupload di youtube sekolah. Pada hari Jumat, dilakukan upload video literasi digital live youtube. Kemudian di rumah,  murid menyimak literasi digital. Setelah menyimak, murid  membuat hasil karya sesuai pilihan (video, voice not, gambar, tulisan, dll). Selanjutnya, murid menyampaikan hasil karya kepada wali kelas/guru melalui grup wa. Agar orang tua turut terlibat dalam kegiatan ini, guru berkomunikasi dan berkoordinasi dengan orang tua murid dan meminta mereka membantu memantau kegiatan murid di rumah dalam mengerjakan produk literasi.  Kemudian orang tua mempublikasikan hasil karya anaknya di sosmed masing-masing, Pada hari Senin, siswa mempresntasikan hasil karyanya di kelas. selanjutnya wali kelas akan memajang hasil karya siswa di papan pajang kelas masing-masing pada akhir bulan.


           Flyer literasi digital (Publikasi)                                              Kegiatan praktik membuat sushi

Alasan saya melakukan aksi nyata Program Pengembangan Literasi Digital Murid dengan Optimalisasi  Chanel Youtube Sekolah antara lain ketersediaan potensi sekolah berupa media sosial sekolah yang memadai, kegiatan ini akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi secara positif dengan rekan, Guru dan orang tua. Bahkan murid sudah menyukai kegiatan Literasi Pagi Lima Belas Menit (Limame). Selain itu, memberikan kesempatan kepada murid untuk memilih bentuk karya yang dihasilkan setelah melakukan literasi. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan perannya dalam kegiatan literasi,  dan sebagai CGP, saya ingin menumbuh jiwa kepemimpinan murid.


            Aset Sekolah Pendukung Literasi Digital                        Kegiatan literasi digital di rumah


                                              Karya Literasi Digital Murid 

Video presentasi hasil karya (Kelas 2) 

https://www.youtube.com/watch?v=g5ag4MUNrAo






   3. Hasil aksi nyata yang dilakukan

Aksi nyata program pengembangan literasi digital melalui optimalisasi YouTube sekolah dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan karena program ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi secara positif dengan rekan, Guru dan orang tua. Memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga nantinya murid dapat menjadi seorang pemimpin di masa depan. Menanamkan keterampilan hidup (life skill) sehingga murid mampu menghadapi masa depan dengan baik.  Menanamkan keterampilan memimpin kepada murid sejak dini mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat yaitu melatih tanggung jawab dan ketekunan terhadap pekerjaan yang dikerjakan.



Perasaan (Feeling

Perasaan saya ketika menjalankan aksi nyata, ada rasa senang, bersyukur karena dapat menjalankan aksi nyata sesuai dengan tahapan BAGJA dan selalu termotivasi karena banyak pengetahuan dan pengalaman baru dalam membuat program berdampak pada murid.  Setelah melakukan aksi nyata, hal yang saya rasakan merasa bahagia karena guru-guru bersemangat dalam membuat materi literasi yang variatif dan kratif, murid dan orang tua juga antuas. Bahkan ada siswa maupun orang tua yang memeliki potensi di bidang memasak, skill, dan bahasa jawa bersedia menjadi penyaji tamu literasi digital melului youtube sekolah. Hal ini membuat saya bangga. Meskipun masih ada beberapa siswa maupun orang tua yang pasif terhadap program ini, namun program ini sudah membarikan wacana baru bagi sekolah sebagai program yang berdampak pada murid.

 

Pembelajaran (Finding)

Dalam pelaksanaan program ini diperlukan konsistensi dan juga semangat untuk
selalu mengingatkan, mengajak, dan juga memotivasi siswa dan guru lain dalam
melaksanakan program sehingga siswa yang masih pasif atau kurang berpartisipasi
dapat ikut serta dan menjadi lebih aktif dalam pelaksanaan kegiatan.

 

Penerapan ke Depan (Future)

Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang, pengelolaan program yang berdampak pada murid akan terus dikembangkan di sekolah dengan dukungan semua pihak. Perencanaan program tetap menggunakan tahapab BAGJA, diagram Y (suara, pilihan, dan kepemilikan), dan 7 aset modal.  Ke depan, pengelolaan program yang berdampak pada murid dikembangkan dalam pembelajaran di kelas dengan melibatkan semua guru dan dipantau oleh Waka Kurikulum dan Kepala Sekolah




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksi Nyata 1.4 Budaya Positif